(Untukmu memori 4 tahun yang lalu)
Petang selimuti alam
Nona bulan pancarkan pendar-pendar penghias kelam
Dalam hitam yang menghias malam
Hancurkan ego naluri berpantang
Malam kelam disudut taman
Tiang lampu tegakkan badan
Pancarkan cahya halau kegelapan
Walau ironis penuh pergunjingan
"Wahai lampu taman, akankah kau berlarut dalam kesendirian"
Tanya sebatang perdu yang menua
"Tiada yang mau akan dirinya, lihatlah dia ! setiap siang tiada guna !"
Hardik setangkai mawar mempesona
Sang lampu tersenyum kecut
Hati kecilnya carut marut
Dalam hati dia berkata
"Tuhan, aku percaya. pintaku akan engkau kabulkan"
***
Embun pagi membalut sepi
Walau sang surya berusaha pancarkan ceria dipagi ini
Sang tiang terjaga dari tidurnya
Melihat sesosok malaikat penjaga
"Apakah Tuhan kabulkan mimpiku"
"Benar aku disini menemanimu selalu"
Sapa sang malaikat penjaga
"Tapi kau pohon, dan aku tiang lampu"
"Tak akan berbeda bila kau mencintaiku"
***
Esok berlalu dan hari berganti
Cinta lampu taman menjadi sejati
Mengarungi setiap perbedaan penuh arti
Menjaga pohon yang setia mendampingi
Suatu malam disudut taman
Pohon dan Tiang janjikan kesetiaan
Dalam cumbuan dan tarian hangat
Membuat iri perdu dan mawar jahat
Pada akhir mereka sumpahkan satya
Bahwa cinta sejatinya selalu ada
Menghela setiap perbedaan penuh arti
Lewat cinta, penggabung dua hati
Pekalongan, Desember 2010
Petang selimuti alam
Nona bulan pancarkan pendar-pendar penghias kelam
Dalam hitam yang menghias malam
Hancurkan ego naluri berpantang
Malam kelam disudut taman
Tiang lampu tegakkan badan
Pancarkan cahya halau kegelapan
Walau ironis penuh pergunjingan
"Wahai lampu taman, akankah kau berlarut dalam kesendirian"
Tanya sebatang perdu yang menua
"Tiada yang mau akan dirinya, lihatlah dia ! setiap siang tiada guna !"
Hardik setangkai mawar mempesona
Sang lampu tersenyum kecut
Hati kecilnya carut marut
Dalam hati dia berkata
"Tuhan, aku percaya. pintaku akan engkau kabulkan"
***
Embun pagi membalut sepi
Walau sang surya berusaha pancarkan ceria dipagi ini
Sang tiang terjaga dari tidurnya
Melihat sesosok malaikat penjaga
"Apakah Tuhan kabulkan mimpiku"
"Benar aku disini menemanimu selalu"
Sapa sang malaikat penjaga
"Tapi kau pohon, dan aku tiang lampu"
"Tak akan berbeda bila kau mencintaiku"
***
Esok berlalu dan hari berganti
Cinta lampu taman menjadi sejati
Mengarungi setiap perbedaan penuh arti
Menjaga pohon yang setia mendampingi
Suatu malam disudut taman
Pohon dan Tiang janjikan kesetiaan
Dalam cumbuan dan tarian hangat
Membuat iri perdu dan mawar jahat
Pada akhir mereka sumpahkan satya
Bahwa cinta sejatinya selalu ada
Menghela setiap perbedaan penuh arti
Lewat cinta, penggabung dua hati
Pekalongan, Desember 2010

Upik! >.< suka' bagian yang ini:
BalasHapus"Tapi kau pohon, dan aku tiang lampu"
"Tak akan berbeda bila kau mencintaiku"
keren! :D
Really :D thanks for ur like :3 sayangnya masih sedikit banget yaa isinya :(
BalasHapussegitu sedikitkah, Pik? O.o
Hapusitumah udah banyak kalik :|
ahihihihi
BalasHapus:3