Langsung ke konten utama
Ketika orang mendengar kata baca, seringkali orang memaknai sempit dengan mengeja dan berusaha memahami sekumpulan huruf, rangkaian kata atau gabungan kalimat. Namun orang seringkali lupa bahwa membaca tak hanya terbatas pada mata, pada kertas atau pada tulisan dan tinta tinta. Cobalah kau tengok alam, kau pahami, kau resapi. Maka itu adalah bagian dari aktivitas membaca. Cobalah kau tengok jiwa, kau pahami, kau dalami. Itu juga aktivitas membaca. Dari situlah muncul frasa membaca situasi, membaca perasaan, membaca hati. 

Kala arti membaca dipersempit, demikian pula sikap dan pemikiran kita akan menyempit. Kita akan mudah menjustis itu salah itu benar, itu buruk itu baik. Termasuk banyak orang menafsirkan bahwa buku itu itu membikin ngantuk,tulisa
n adalah zat paling mujarab bagi orang susah tidur. Mari kawan, mari mencoba. Membaca dan mengerti serat serat tersirat dari Yang Maha Kuasa disekitar kita. Angin mendesir, mendung menggaung, pohon bergoyang. Bagi mereka yang tak pernah membaca pasti akan tafsirkan ini tak baik, lebih lebih bagi yang dalam kepentingan. Mungkin seperti itu pula bila aku menjujurkan kutulis status ini ketika menunggu tongseng matang. Sebagian akan menjustis aku pamer dan lain lain , hehehe. Tapi tak mengapa, aku cuma sedang membaca. membaca rasa dari gurih daging dan kuah berempah dalam mangkuk, lalu kuceritikan pada kalian lewat status ini.

Agar kalian juga membaca dan merasakan.

Heheehe,
Mas eL

Komentar