Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Tipis-tipis

Sekata-sekata kalimat itu terangkai Sebaris-sebaris karangan itu teruntai Berdetik-detik, ceritera berkembang membiak jadi simulakra yang mencakar otak Lambat laun, membesar jadi penyamun Mencuri rona wajahmu dari aku Yogyakarta, 27 Juli 2016

Kisah Bhineka Tunggal Ika Pada Trilogi Film Merdeka

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi orang-orang yang mengetahui” (QS Ar-rum:22).   Sebagaimana disebutkan dalam ayat suci Al-Quran diatas, Allah SWT memang telah menakdirkan bagi manusia untuk memiliki banyak ciri-ciri khusus sebagai perlambang ke-esaan Nya. Manusia diciptakan dengan berbagai kekhasan masing-masing, seperti memiliki kulit gelap, kulit terang, hidung yang mancung, mata yang lebar ataupun yang sipit dan berbagai ciri-ciri yang lain. Tak hanya ciri-ciri secara fisik, manusia pun memiliki kekhasan dalam keseharian hidup mereka, letak geografis, tingkat ketersediaan sumber daya alam, ancaman-ancaman turut mempengaruhi cara-mereka dalam berfikir, bertahan hidup serta gaya sosial mereka. Itulah mengapa pada akhirnya budaya yang berkembang di dunia ini menjadi sangat beragam. Jangankan berbatas pulau, masih dal...

Menulis dalam gundah, mencoba istiqomah

Setia, kata-kata super simpel yang hanya terdiri dari lima huruf dengan 2 konsonan dan 3 vokal. S-E-T-I-A, demikianlah mengejanya, terlalu sederhana bukan. Tetapi kesederhanaan ternyata adalah kerumitan yang paling wahid, terlebih untuk kata yang memiliki parameter abstrak. Sebut sajalah sebagai contoh yaitu IKHLAS dan CINTA. sudahkah kita dapati kedalaman maknanya ? atau kita hanya sering mengumbarnya dalam lisan tanpa menyelami hakikatnya ? Demikian pula dengan setia. Manusia teramat meremehkan arti kesetiaan, diminta ia untuk setia berdoa kepada Tuhannya tetapi berhenti ditengah jalan, Berusaha untuk selalu mencintai pasangannya hingga uzur menjemput tetapi ia berpaling kepada hati yang lain, yang terakhir diminta untuk berusaha hingga titik akhir, tetapi ia mangkir. Sungguh sederhana itu ternyata rumit. Termasuk daku dalam menulis Dahulu pernah berjanji untuk selalu setia menulis di Blog, tetapi nyatanya aku kabur. Entahlah, terlalu banyak faktor. Salah satunya adalah terlen...