Jarak, adalah ruang sela antara dua entitas entah itu berhubungan dengan lama maupun panjang sesuatu. Dalam setiap aktivitasnya, manusia tak akan lepas dari urusan jarak. Entah itu dalam artian ragawi maupun ruhani (jiwa/perasaan). Ketika orang akan bepergian kesuatu tempat, orang akan terlibat dengan jarak, ketika orang hendak menggapai sesuatu diapun akan berhubungan dengan jarak. Ketika menanti sesuatu, misalnya kelahiran anak, pernikahan, orang pun akan senantiasa bersentuhan terhadap jarak. Betapa dalamnya intervensi sebuah jarak karena sisi-sisi perasaan yang abstrak itu turut disinggung olehnya. Jarak menjadi sebuah tolak ukur emosi manusia dalam menghadapi sebuah kejadian bernama menunggu. Jarak dan Tunggu layaknya sebab dan akibat, dimana hampir setiap ada jarak maka otomatis ada kata tunggu dibelakangnya. Dan manusia akan selalu menjadi subyek dalam proses menunggu. Ya, dalam setiap jarak manusia akan selalu menunggu. Ketika dalam perjalanan jauh, terdapat ...