Kebuntuan itu adalah sesuatu yang seru. Tak percaya, tanyakan kepada traveler, kepada backpacker, berapa banyak mereka yang perjalanannya semakin berarti ketika mereka menemukan kebuntuan dalam hidupnya.
Kebuntuan adalah saudara sedarah dari kegagalan. Buntu tak mesti gagal, tetapi setiap kegagalan senantiasa diawali kebuntuan. Kegagalan yang efeknya saja sedemikian sakit masih bisa menemukan kita pada kesuksesan, apalagi kebuntuan.
Sayangnya, tak banyak manusia (terutama dinegara saya) yang faham menikmati indahnya kebuntuan. Benar, teramat banyak mereka yang lekas menyerah didera kebuntuan. Ketika sekripsi mereka menemui kebuntuan, mereka buru-buru merutuk. Ketika proyek mereka, urusan mereka menemui kebuntuan, mereka lekas mengumpat.
Teman, kebuntuan bukan hal musykil untuk kita menguraikan.
Teori menghadapi kebuntuan sebenarnya seperti teori kita tentang cinta sambel (saudara tiri lagi, kali ini dengan taubat sambel). Pertama kita harus menemukan rasa suka kita kepada masalah yang sedang dihinggapi kebuntuan. Sukailah dia dengan ikhlas, maka niscaya ia akan berubah menjadi cinta. Biarkan cintamu itu menggelora seperti panasnya orang makan sambal. Sepedas apapun itu, maka kau akan selalu rela untuk menghabiskan sesuap demi sesuap. Hingga diakhir kau menemui kesempurnaan dan kepuasan, telah berhasil mengurai benang bernama kebuntuan.
Picture from : www.thenounproject.com

Komentar
Posting Komentar