Bilakah ingin kau tahu
Masa paling terkenang di era abu-abu
Adalah ketika aku pertama masuk
Tak seberapa lama setelah masa penggojlogan
Awalnya kutemukan titik keraguan
Akankah aku kuat bertahan
Namun nyatanya Tuhan telah hamparkan jalan
Bagiku takdir untuk berlalang
***
Suatu cerita sehabis gojlogan
Semua tamtama diberi kelonggaran
Memilih ini itu sebagai penambah
Ilmu buta dipagi hari yang nyatanya terlalu mentah
Kupilih satu serikat di selasa siang
Tempat para serdadu berbaju merah terang
Awalnya ku terpesona akan merahnya
Tunjukan warna superhero paling utama
Keraguan ini awalnya tinggi
Ketiak kulihat disana hanya sedikit lelaki
Namun semua itu kian samar
Berganti jadi nafas penuh pengabdian
***
Sebuah serikat berwarga tak seberapa
Sikapnya konyol tak punya jumawa
Para petinggi rendahkan hati
Hobi gembira, tiada luka dalam sepi
Mereka bertuan di ruang tak seberapa
Dirumah yang amat bersahaja
Disanalah lahir arti kerjasama
Yang terbina dan terjalin dalam ikatan layaknya keluarga
Disana kami ditatar
Bahwa hidup adalah kesigapan
Disana kami dilatih
Bahwa takdir dan rencana tak selalu sejalan
Disana kami diajar
Tiada musuh dalam kehidupan, carilah sahabat perbanyak kawan
Disana dikisahkan
Bahwa hidup sesungguhnya adalah pengabdian
Ya, mutlak semutlaknya pengabdian
Menjadi pelayan kehidupan
Tiada takhta lagi materi
Hanya ikhlas bahakti, mencari ridho Illahi
Setiap senin, kesigapan dan ketenangan diuji
Setiap selasa, logika lah yang diajari
Setiap kamis, kadang dilain waktu
Persaudaraan dan keharmonisan dijadikan nomor satu
Jadikan serikat yang mapan lagi maju
Ah,bilakah boleh kuucap sepatah kata
Akan muncul noktah bernama rindu
Selain beribu terimakasih yang terujar
Kau bawakan kami saudara
adik
kakak
Bahkan mungkin orang tua
Dan sebuah falsafah hidup kini mematri dalam hati
Terukir dalam imaji
"Hidup hanyalah Dherma dan Dharma"
Yogyakarta,5-4-2014
Masa paling terkenang di era abu-abu
Adalah ketika aku pertama masuk
Tak seberapa lama setelah masa penggojlogan
Awalnya kutemukan titik keraguan
Akankah aku kuat bertahan
Namun nyatanya Tuhan telah hamparkan jalan
Bagiku takdir untuk berlalang
***
Suatu cerita sehabis gojlogan
Semua tamtama diberi kelonggaran
Memilih ini itu sebagai penambah
Ilmu buta dipagi hari yang nyatanya terlalu mentah
Kupilih satu serikat di selasa siang
Tempat para serdadu berbaju merah terang
Awalnya ku terpesona akan merahnya
Tunjukan warna superhero paling utama
Keraguan ini awalnya tinggi
Ketiak kulihat disana hanya sedikit lelaki
Namun semua itu kian samar
Berganti jadi nafas penuh pengabdian
***
Sebuah serikat berwarga tak seberapa
Sikapnya konyol tak punya jumawa
Para petinggi rendahkan hati
Hobi gembira, tiada luka dalam sepi
Mereka bertuan di ruang tak seberapa
Dirumah yang amat bersahaja
Disanalah lahir arti kerjasama
Yang terbina dan terjalin dalam ikatan layaknya keluarga
Disana kami ditatar
Bahwa hidup adalah kesigapan
Disana kami dilatih
Bahwa takdir dan rencana tak selalu sejalan
Disana kami diajar
Tiada musuh dalam kehidupan, carilah sahabat perbanyak kawan
Disana dikisahkan
Bahwa hidup sesungguhnya adalah pengabdian
Ya, mutlak semutlaknya pengabdian
Menjadi pelayan kehidupan
Tiada takhta lagi materi
Hanya ikhlas bahakti, mencari ridho Illahi
Setiap senin, kesigapan dan ketenangan diuji
Setiap selasa, logika lah yang diajari
Setiap kamis, kadang dilain waktu
Persaudaraan dan keharmonisan dijadikan nomor satu
Jadikan serikat yang mapan lagi maju
Ah,bilakah boleh kuucap sepatah kata
Akan muncul noktah bernama rindu
Selain beribu terimakasih yang terujar
Kau bawakan kami saudara
adik
kakak
Bahkan mungkin orang tua
Dan sebuah falsafah hidup kini mematri dalam hati
Terukir dalam imaji
"Hidup hanyalah Dherma dan Dharma"
Yogyakarta,5-4-2014
Komentar
Posting Komentar